Subscribe:

Senin, 06 Januari 2014

Memurnikan Niat

Selamat malam, harapan...

Baru saja ponsel saya bergetar, tanda ada pesan masuk.
Saat dibuka ternyata pesan singkat itu dari salah seorang tetangga yang meminta bantuan untuk menemani putrinya belajar. Ya, sebelum- sebelumnya saya memang sering dimintai bantuan oleh beliau untuk membantu menemani belajar (ngeles) dek Rias, putrinya. Terutama pada waktu menjelang UTS ataupun UAS.
Sontak saya cukup kaget sekaligus senang. Kaget karena sekarang masih masa liburan. Dan tidak biasanya saya dimintai bantuan saat masa libur semester. Ditambah lagi dua pekan kedepan saya masih dalam masa UAS. Ya, UAS bagi saya adalah babak penentuan hasil belajar paling spektakuler setelah satu semester menjalani perkuliahan. Pasalnya pada masa-masa ini saya ingin 100% fokus pada persiapan UAS untuk mendongkrak nilai- nilai sebelumnya yang bisa dibilang masih belum cukup baik (menurut saya) karena tersibukkan oleh kegiatan di luar perkuliahan. Dan senangnya karena dengan begitu akan ada pemasukan finansial bagi saya sehingga bisa sedikit mengurangi beban ibu. Memang beberapa pekan terakhir kondisi keuangan sedang tidak setabil karena musim hujan menjadikan hasil penjualan es jus di rumah menurun. Sehingga, kami sekeluarga memang harus lebih prihatin agar kebutuhan pokok rumah tangga dapat terpenuhi. 
Namun saya jadi khawatir dengan niat saya mau menerima tawaran ngeles ini. Saya sangat takut jika niat utama saya justru hanya karena uang. Di sisi lain memang saya sedang membutuhkan pemasukan tambahan untuk keperluan kuliah. Padahal saya benar-benar ingin mengajar sebagai wujud pengabdian. Menjadi seorang pengajar muda adalah impian besar saya. Apa lagi yang bisa saya bagi untuk orang lain selain dengan ilmu ini, meskipun terbatas. Saya sangat berharap, semoga kepercayaan yang beliau (tetangga saya) berikan bisa menjadi sarana bagi saya untuk dapat belajar dan mempersiapkan diri menjadi seorang pengajar yang baik. 
Ya, Rabb... bantulah kami untuk memurnikan niat kami untuk mengabdi.

0 komentar:

Posting Komentar

Memurnikan Niat

Selamat malam, harapan...

Baru saja ponsel saya bergetar, tanda ada pesan masuk.
Saat dibuka ternyata pesan singkat itu dari salah seorang tetangga yang meminta bantuan untuk menemani putrinya belajar. Ya, sebelum- sebelumnya saya memang sering dimintai bantuan oleh beliau untuk membantu menemani belajar (ngeles) dek Rias, putrinya. Terutama pada waktu menjelang UTS ataupun UAS.
Sontak saya cukup kaget sekaligus senang. Kaget karena sekarang masih masa liburan. Dan tidak biasanya saya dimintai bantuan saat masa libur semester. Ditambah lagi dua pekan kedepan saya masih dalam masa UAS. Ya, UAS bagi saya adalah babak penentuan hasil belajar paling spektakuler setelah satu semester menjalani perkuliahan. Pasalnya pada masa-masa ini saya ingin 100% fokus pada persiapan UAS untuk mendongkrak nilai- nilai sebelumnya yang bisa dibilang masih belum cukup baik (menurut saya) karena tersibukkan oleh kegiatan di luar perkuliahan. Dan senangnya karena dengan begitu akan ada pemasukan finansial bagi saya sehingga bisa sedikit mengurangi beban ibu. Memang beberapa pekan terakhir kondisi keuangan sedang tidak setabil karena musim hujan menjadikan hasil penjualan es jus di rumah menurun. Sehingga, kami sekeluarga memang harus lebih prihatin agar kebutuhan pokok rumah tangga dapat terpenuhi. 
Namun saya jadi khawatir dengan niat saya mau menerima tawaran ngeles ini. Saya sangat takut jika niat utama saya justru hanya karena uang. Di sisi lain memang saya sedang membutuhkan pemasukan tambahan untuk keperluan kuliah. Padahal saya benar-benar ingin mengajar sebagai wujud pengabdian. Menjadi seorang pengajar muda adalah impian besar saya. Apa lagi yang bisa saya bagi untuk orang lain selain dengan ilmu ini, meskipun terbatas. Saya sangat berharap, semoga kepercayaan yang beliau (tetangga saya) berikan bisa menjadi sarana bagi saya untuk dapat belajar dan mempersiapkan diri menjadi seorang pengajar yang baik. 
Ya, Rabb... bantulah kami untuk memurnikan niat kami untuk mengabdi.

0 komentar:

Posting Komentar